Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label sajak. Tampilkan semua postingan

Jumat, 17 Februari 2017

Saat jatuh cinta

Saat langit tak lagi sejingga biasanya,
Saat hujan tak lagi menyejukkan,
Saat panas tak lagi menyilaukan,
Saat itu lah aku merasa ada yang berbeda..

Keheningan yang biasa kunikmati, kini lebih diam dari biasanya..
Kebosanan yang biasanya kutemani, kini benar-benar membuat ku bosan..
Kesendirian yang tak pernah membuat ku sepi, kini semakin membuat ku kesepian..
Kegelisahan yang biasanya mudah ku usir, kini mengusir diri ku yang semakin gelisah..

Semua berbeda, tak lagi sama..
Aku terpenjara pada perasaan yg hampa..
Rasa ini, rasa yg biasa ku nikmati..
Tak lagi mampu memberikan ketenangannya..

Aku yakin cuma satu..
Sebuah cara menyingkirkan rasa si benalu..
Yaitu kehadiran rasa yang lain yang dulu menjadi candu..
Rasa yg bahkan pernah membeku namun tetap syahdu..

Sempat muncul rasa bahagia saat berhasil ku enyahkan sang syahdu..
Aku terbebas dari bergantungnya pada perasaan rindu..
Tak ada lagi kecewa yang membelenggu..
Namun akhirnya aku mulai meragu..

Perasaan syahdu itu bernama cinta..
Ia yang mampu membuat aku berpikir untuk bahagia tanpanya..
Tapi kini aku tersadar bahwa hari ku semakin nestapa..
Aku semakin mengecil saat menjalani hari tanpa cinta..

Ya, akhirnya ku beranikan diri untuk mengatakannya yg sebenarnya..
Bahwa saat ini aku hanya butuh jatuh cinta..
Setidaknya meski nanti aku akan kembali kecewa..
Hari ku akan selalu berharga saat kulalui dengan seribu harap dan doa..

Dan nanti, saat hening aku jatuh cinta..
Saat sendiri aku jatuh cinta..
Saat bosan aku jatuh cinta..
Saat gelisah aku jatuh cinta..

Aku yakin jatuh cinta ku akan lebih bermakna..
Ketika ia hadir tertuju kepada dia yang tidak sempurna..
Disaat aku mampu melengkapi kekurangannya..
Saat itu lah aku tak akan pernah menyesal untuk jatuh cinta

Minggu, 13 November 2016

Jatuh cinta setiap hari

Sederas hujan yang turun di bulan nopember.
Semurni air yang muncul pada mata air.
Seluas samudra yang membentang di 7 benua.
Seperti itu lah gambaran cinta ku kepadanya.

Langkah-langkah kecil yang berlarian ke arah ku.
Suara-suara ribut yang memecahkan keheningan pagi.
Senyum hangatnya yang mengalahkan sinar mentari.
Serta semangat yang tak habis dimakan teriknya siang.

Tentang semua itu, setiap harinya aku jatuh cinta..
Jatuh cinta ku lucu, ada canda tawa bahkan amarah di dalamnya.
Dalam marah pun aku jatuh cinta.
Aku marah begitu karena aku terlalu mencinta.

Aku tak pernah membayangkan bahwa aku seberuntung ini.
Lebih dari sekedar indah, memiliki cinta setulus ini.
Bukan cinta untuk seorang pria yang ku puja.
Melainkan cinta pada sekumpulan anak manusia yang haus ilmu dan kasih sayang.

Wajah-wajah itu..
Yang selalu kupandangi dalam ruangan sepetak..
Yang berbalik memandangku hening dan hangat..
Yang kan selalu menjadi pendengar setia dalam kelas.

Tak jarang celotehan ringan mulai terdengar di ruangan.
Yang kadang berubah menjadi suara-suara bising yang mulai membahana.
Sering pula omongan ku tak ditanggapi.
Mungkin karena masih banyak yang terlalu sulit untuk mereka mengerti.

Wajar saja jika aku pernah marah.
Nasihat dan petuah akan kulancarkan disaat aku mulai jengah dengan yang berulah.
Aku tahu setiap laku anak tak pernah sama dan selalu berubah.
Dan begini lah resiko dari profesi yang kucintai sudah.

Terkadang aku pernah lelah.
Bahkan sempat terpikir untuk menyerah.
Mendidik anak manusia dan memberi ilmu pada setiap anak yang berbeda itu tidak lah mudah.
Tapi aku sadar bahwa anak-anak itu tidak ada yang salah.

Lebih dari sekedar jatuh cinta,
Saat melihat mereka yg tidak biasa kemudian menjadi bisa.
Mungkin masing-masing dari mereka memang berbeda.
Tapi cinta yang ku beri dan cinta yang ku terima selalu sama besarnya.

Aku bukan hanya mencintai profesi ini.
Aku sudah kadung cinta dengan mereka yang menjadi objek dari profesiku.
Aku banyak belajar dari mereka.
Belajar sabar, dan belajar mencintai serta dicintai.

Teruntuk anak-anakku,
Teruslah membuat ku jatuh cinta setiap harinya..
Janganlah sakit hati ketika ada kalanya amarah merasuki diri ini.
Karena dalam marah ku, cinta untuk kalian tak berkurang setetes pun.

Terimalah setiap ilmu dan petuah yang kusampaikan.
Buang semua rasa kantuk dan kesal dalam kelas.
Selalu sambut hari penuh bahagia dan cinta.
Maka belajar mu tidak akan pernah ada kata sia-sia.

Sayangi teman mu, dan berbagilah dengan mereka.
Karena kalian adalah pejuang-pejuang cilik yang akan membangun bangsa bersama di masa depannya.
Hormati orangtua serta seluruh guru-gurumu.
Ukir senyum mereka dan buat mereka bangga pernah mengenal dan mendidik mu.

Sebagaimana aku yang selalu membanggakan guruku di masa lalu,
Dan yang akan kalian banggakan di masa depan..
Dan tentang masa kini,
Tetaplah menjadi anak-anak berbakti yang membuatku jatuh cinta setiap hari.

Rabu, 15 April 2015

Cerpen: Sierra & Keannu

Cinta diam-diam? tidak juga. Aku yakin bahkan dia pun tahu kehadiranku.
Cinta bertepuk sebelah tangan? terkadang aku pun bisa merasakan kehangatan cinta darinya.
Friendzone? Ah meski kami memulainya dengan pertemanan, tapi kami tidak seintim mereka yg "friendzone"
Kekasih? tak pernah ada cinta yang terucap dari bibir kami berdua.
Jadi bagaimana cinta ku? masuk dalam kategori yang mana? Aku masih bingung.

Aku Sierra, seorang pecinta amatir yang belum juga berkembang. Aku mempunyai dambaan hati bernama Keannu. Keannu adalah one and only yang mampu membuatku bahagia mengenal cinta. Tetapi hingga saat ini tidak pernah ada hubungan spesial diantara kami. Ya, sejak lima tahun yang lalu. Maka sejak awal ku katakan aku adalah pecinta amatir yang belum berkembang karena aku hanya seorang pecinta yang mampu mencintai tanpa bisa membuat seseorang berbalik mencintai. Rasa takut ku yang membuat aku semakin amatir dan culun karena tak pernah mampu mengungkapkan cinta. Alasannya pun pasaran, aku takut merusak hubungan yang sudah terjalin. Oh lihat, betapa payahnya aku.

Keannu, seorang teman bicara yang menyenangkan. Hingga lama-lama senyumannya mampu menyenangkan hatiku. Tatapan wajahnya yang dulu selalu ku sambut, entah sejak kapan mulai ku tinggalkan. Itu semua karena aku selalu saja sibuk melempar tatapan ke arah lain ketika kami sedang berbicara. Rasa malu membuat ku lupa hangatnya tatapan Keannu. Terkadang aku menyesal, meski cinta tiba-tiba datang dan tumbuh di hatiku, tapi itu semua membuat ku harus melepaskan bagaimana rasanya melihat tatapan hangat Keanu. Benar kata pepatah, ada yang datang, pasti ada yang pergi.

Sejak kapan aku mulai menyimpan rasa terhadap Keannu? bahkan aku sendiri tidak dapat memastikan kapan tepatnya. Saat aku mulai berhenti menatap Keanu, saat sms Keannu membuat ku tersenyum-senyum sendiri, saat aku takut Keannu tak lagi menjadi teman ku, saat aku mulai nakal mengharapkan Keannu putus dengan kekasihnya, saat aku ingin terlihat cantik di depan Keannu, dan saat Keannu mulai ku sisipkan di doa agar kelak menjadi sang jodoh. Ya saat itu lah aku mulai mencintai Keannu. 

Mencintai Keannu bukan lah hal mudah. Terlalu banyak hal baru yang aku lewati yang terkadang memberikan ku tekanan. Aku sempat berharap banyak padanya ketika dia mulah beraksi bahwa aku adalah wanita dambaannya juga.Tak jarang dia memberikan ku perhatian lebih. Meski saat itu aku tidak terlalu tahu bagaimana statusnya, apakah ia sudah single atau belum, tapi tetap saja aku tidak nyaman karena mengingat status kami sendiri adalah teman. Aku takut yang Keannu lakukannya hanyalah sebatas perhatian pada teman, hanya karena aku memiliki rasa maka aku menganggapnya lebih. Maka ku tahan lagi perasaan ku lebih lama dan lebih dalam. 

Dikarenakan Keannu adalah seorang teman, membuat ku harus menjaga hubungan itu meski harus mengorbankan perasaan ku. Aku simpan sendiri semua rasa cinta dan rahasia yang banyak ini, saking banyaknya sampai tumpah ke permukaan. Semua teman menyadarinya. Aku rasa Keannu pun demikian. Sejak saat itu kami mulai sedikit renggang. Entah siapa yang mulai menjauh duluan. Meski aku juga mengambil jarak karena takut rasa ku semakin nampak. Dan sejak saat itu, kami tidak lagi menjadi 'teman bicara', melainkan 'teman kalo butuh'. Kami hanya berbicara seperlunya dan tidak sebanyak dulu. Tetapi Keannu akan tetap menjadi Keannu yang manis dan perhatian seperti dulu bila tidak ada teman-teman yang lain. Membuat aku terprovokasi untuk ikut menyembunyikan keakraban kami, seakan kami memang memiliki hubungan yang spesial sampai harus disembunyikan. Meskipun saat itu kami memang menjadi lebih akrab dan sering jalan keluar bersama.

Aku dan Keannu, terkadang salah satu dari kami secara terselubung mulai mengungkapan rasa, namun ketika hal ini terjadi, maka pihak lainnya akan menyadarkan untuk kembali ke realita bahwa tak pernah ada apa-apa diantara kami. Ya begitulah terus secara bergantian. Hingga aku lelah, Keannu pun sepertinya demikian, kami mulai jarang berinteraksi. Hubungan di depan teman-teman sudah rusak, hubungan di belakang teman-teman pun sudah mulai ikut memudar. Bahkan Keannu sempat menghilang, hingga dia kembali lagi, dan pada akhirnya kami benar-benar hanya menjadi 'teman kalo butuh'. Semua itu membuat aku lambat laun juga ikut berubah terhadap Keannu. Aku tak lagi memperhatikan penampilan ketika berhadapan dengannya, tidak lagi selalu  menunggu kehadirannya, tidak lagi memperdulikan status hubungannya, tidak lagi tersenyum membaca pesan darinya yang memang mulai sangat jarang dan isinya pun biasa saja, bahkan sudah tidak lagi berharap bahwa ia akan menjadi jodohku. 

Perasaan ku telah sirna seiring dengan perubahan yang terjadi pada diriku setelah lima tahun mencintainya, -awalnya aku pikir begitu. Tetapi ternyata, setelah sekian lama, ada yang tidak pernah berubah dari Sierra Emily terhadap Keannu Adrian. Aku, Sierra Emily, hingga saat ini masih belum mampu menyambut tatapannya lagi. Setelah sekian lama tak berjumpa, tiba-tiba kami bertemu. Keannu menyapa ku selayaknya teman biasa yang menyapa kawan lama. Aku lihat tatapannya mengarah lurus terhadapku, kelembutan dan kehangatannya masih sama, tidak berubah. Dan aku pun masih sama, masih sibuk mengarahkan pandangan ke arah lain sembari menjawab sapaan Keannu.

Keannu, ternyata selain aku masih belum mampu mengkategorikan bagaimana hubungan kita, aku juga masih belum sanggup menyambut tatapanmu kembali. Mungkin itu menandakan bahwa logika ku memang telah meninggalkanmu, tapi rasaku masih ada. Jadi, Keannu, kau harus tahu dua harapan yang aku lontarkan pada Tuhan;
  1.  Tuhan, jika memang aku masih belum mampu menatapnya hingga nanti, buatlah dia satu-satunya orang yang selalu menatapku seumur hidupku.
  2. Tapi Tuhan, jika dia tidak bisa selamanya selalu menatapku, kembalikan tatapan pertemanan yang dulu ku punya terhadapnya.



Jumat, 17 Oktober 2014

Surat untuk Masa Depan(ku)

Untuk mu, yang masih terus ku sebut dalam doa..

Hai, sedang apa kamu sekarang?

Aku sedang membayangkan dirimu sekarang sedang tertidur. Ya karena memang saat ini aku menulis surat ini pada pukul 2 dini hari hehe. Aku masih berusaha untuk bersabar agar bisa melihat tidurmu dengan wajah tanpa dosa mu. Aku ingin segera memijit dahi mu agar tak ada kerutan sehingga kau bisa lebih rileks dan tidur lelap. Aku akan selimuti diri mu agar dingin tak menusuk tulang mu, sehingga keesokan harinya kau dapat kembali menjadi tulang punggung keluarga yang kokoh yang paling aku banggakan, sebagai tulang rusukmu.

Aku selalu membayangkan bagaimana nanti kita akan bertemu. Apakah akan lucu, romantis, atau justru ternyata kau dan aku adalah orang yang sudah saling mengenal sejak dulu.Jujur saja, pertemuan itu selalu ku nanti-nanti, aku lah orang selalu merindukan itu. Mungkin kau tidak. Mungkin saja masa depan karir mu, dan masa-masa muda dengan teman-teman mu sedang kau nikmati saat ini. Begitulah laki-laki, namun aku yakin pada saat kita bertemu dan berkomitmen kau akan menempatkan aku paling utama dalam segala hal, sebagaimana aku yang tidak sabar ingin segera menghormatimu dan mencium tangan mu sebagai tanda baktiku pada suami. 

Sesungguhnya aku tak sabar ingin mengajakmu jalan-jalan. Travelling dan wisata kuliner, sesuai dengan hobby ku. Kita akan lebih banyak mengunjungi pantai dan melihat pergantian hari berdua ketika senja. Sama-sama memastikan bahwa hari ini dan esok kita masih terus bersama. Kita cicipi seluruh kuliner yang kita lewati, sate, dimsum, ayam bakar, pizza, tongseng, sushi.. Banyak memang, tapi tak usah takut gemuk, sayang. Kita cicipi semua sepiring berdua.Selain biar lebih romantis, agar dompetmu juga tidak akan ikut kurus kan haha. 

Mungkin saat itu aku masih belum pandai memasak. Keahlian ku di dapur hanya bisa berkreasi dengan "mie". Tapi tenang saja, aku tidak akan meracunimu dengan hanya selalu mengonsumsi itu.Akan ku prioritaskan kesehatan kepala keluarga ku dengan membeli semua sayur dan ikan di pasar. Aku akan lebih rajin lagi membaca buku resep. Barang kali kau sudi membantu ku di dapur berperang dengan minyak, penggorengan, pisau, dan cobek.

Aku yakin kau tak jauh berbeda dengan lelaki pujaan ku lainnya, ayah ku. Ketika aku sedang memasak, lalu gasnya habis. Kau lihat aku cemberut di depan wajan penggorengan. Dari jauh kau tersenyum dan segera menghampiriku dengan gas yang baru lalu mulai memasangnya. Ketika ku sedang berkendara di jalan raya, kau akan tersentak ketika aku mengabarimu bahwa ada masalah yang terjadi pada kendaraanku. Tak peduli saat itu kau dimana, hanya hitungan menit kau sudah ada di depan mata ku. Hanya dengan senyuman, kau usap kepalaku seolah ingin memberi tahu bahwa aku sudah bisa tenang karena pahlawan ku sudah datang.

Kau begitu sempurna dimataku. Tapi aku tak dapat begitu untuk mu. Aku tak pandai memasak, tak pandai bersolek, bahkan untuk mengurus rumah tangga pun kau sering turun tangan. Tapi kau selalu pandai membuat keadaan berbalik. Masakan ku yang sangat biasa menjadi enak hanya karena senyumanmu sebagai wujud penghargaan pada masakanku. Aku yang tidak cantik dan gemuk ini berubah menjadi teddybear yang manis begitu kau peluk dan kau cubit pipi chubby ku sambil berbisik, "cantik". Ya, mungkin aku tak sehebat, dan tak secantik wanita di luar sana, tapi aku berani jamin kepada mu, wahai calon suami ku, Kesetiaan dan loyalitas ku adalah nomor wahid. Aku bukan wanita yang mudah jatuh cinta, apalagi berpaling. Jadi kau tak perlu takut ku khianati. Aku bukan wanita yang menginginkan mas kawin berlian.Jadi kau tak perlu takut aku tinggalkan ketika hanya seperangkat alat sholat yang kau sediakan. Aku adalah wanita paling penyabar, Untuk bertemu dengan mu saja aku tak mencoba melangkahinya dengan pria lain. Ya mungkin hanya itu yang bisa kau banggakan pada diri ku.

Setiap pagi kau pergi mencari rizky, Aku pun demikian, mencari tambahan untuk tabungan. Tapi tenang saja, dapat ku pastikan aku tetap akan mengantarmu berpamitan di depan pintu, dan aku pula yang tiba duluan dan menanti kedatangan mu di depan pintu.

Kadang kita bisa menjadi monster satu sama lain. Kau muak dengan kebawelan ku, dan aku kesal dengan segala amarah mu. Tapi berjanjilah ketika hal itu terjadi, cium aku sehingga aku menjadi diam, dan aku akan memelukmu untuk mendinginkan amarah mu. Tapi kadang pula kita akan berada pada posisi lebih parah dari sekedar menjadi monster, yaitu ketika kita menjadi Amerika Serikat dan Uni Soviet -Perang dingin. Mungkin saat itu kita sama-sama lelah dengan keegoisan masing-masing, sudah tidak tahu lagi apa yang masih bisa dibicarakan. Harus ku ingatkan dari sekarang, yang perlu kita lakukan hanya berbicara kepada Allah. Mengapa Allah mempertemukan, mengapa kita yang harus menghancurkan. Maka Allah saat itu akan menuntukan kita kembali pada rasa kasih sayang dan perdamaian.

Maka bersediakah kamu menjadi kawan terbaiku membangun masa depan? Jadi orang yang aromanya selalu ku hirup setiap malam. Pria yang namanya tak pernah absen kusebut dalam sujud dan tangkupan tangan.Kita akan memulai semuanya dari nol. Barangkali kita tak akan langsung hidup nayaman.Rumah kontrakan sederhana juga sudah cukup membahagiakan.

Sudikah kamu jadi bapak dari anak-anakku? Mereka yang akan kita dewasakan bersama. Nyawa-nyawa baru yang akan membagi kasih sayang kita.Oh tidak, kita yang harus menambah kasih sayang kita.

Akankah kau mengizinkanku mengubah nama belakangku dari "Widiatno" menjadi nama belakangmu? Menjadi pribadi terhormat yang mengandung anak dari benihmu.

Maukah kau menghabiskan masa denganku? Dengan rendah hati menerima segala kekuranganku. Betapa aku akan bahagia saat akhirnya bisa jadi orang oertama yang kau lihat setiap membuka mata.

Kita akan menua bersama, ditemani tawa dan kerut yang makin nyata. Berjanjilah, tak peduli nanti kita berselisih paham, atau kekurangan uang, bahkan saat anak-anak kita berulah dan menyusahkan- kau dan aku akan kembali saling menatap untuk menemukan keyakinan: kita akan tetap baik-baik saja.

Relakah priaku, jika kau kudampingi sampai surga?

Sayang, dari 3,4 Miliar pria diluar sana: aku berharap kamu ada. 




Sampai Kelak Kita Bertemu,
Kamu, masa depanku

Dari Calon Istrimu.



Rabu, 14 Agustus 2013

Cerpen: Segienam

Arial berdiri tepat dibelakang Arumi. Menatap punggung Arumi yang sedang memalingkan wajah cantiknya. Arumi menangis? Rasanya memang sulit bagi Arial mendapati kenyataan bahwa sahabat jagoannya itu tengah menangis. Padahal sore itu sedang cerah-cerahnya, secerah senyuman Arumi yang terus terkenang manis diingatan Arial. Tapi tangisan Arumi kini membawa badai di hati Arial, bukan, bukan airmatanya, tapi suara sesenggukan tangisnya yg membungkan jantung Arial seketika saat itu juga.  

Terlalu banyak hal yang tidak Arial tahu tentang Arumi, meski label persahabatan telah direkatkan dalam rona kehidupan mereka berdua sejak lama. Arial tak pernah tahu Arumi menyukai hujan, Arial tak pernah tahu Arumi itu cengeng, Arial tak pernah tahu kegugupan Arumi saat bertatapan dengannya, bahkan Arial tak pernah tahu hati Arumi yang berkarang karenanya. Begitupun Arumi, tapi hanya satu yang Arumi tidak tahu tentang Arial, Arumi tidak tahu bahwa Arial tahu segalanya tentang dia. 

Arial: "Kamu sayang sama aku?"

Arumi: "Iyalah, aku sayang kali sama kamu. Kamu kan sahabat terrrrbaiknya aku"

Arial: "Tapi kamu juga cinta kan sama aku"

Arumi: (berbalik badan) "Apaan sih kamu, kamu kan tahu aku suka sama Akira"

Arial: "Tapi Ares bilangnya kok beda ya..."

Arumi: "Jadi Ares..." (berbalik badan dan menatap Arial kaget)

Arial: "Nggak kok, sebelum Ares bilang, aku sudah tahu semuanya"

Arumi: "...... kamu jangan sok tahu, yal" (kembali berbalik badan)

Arial: "Kamu yang gak pernah berani natap aku, kamu dan Ares yang sering ngajak aku jalan bertiga bareng kalian, kamu yang terlalu heboh dengan cerita Akira-mu itu, dan kamu yang 'ngotot' banget sama hubungan ku dengan Ananti, ... kurang apa lagi? Apa itu semua masih kurang nunjukin kalau kamu cinta sama aku?" 

Arial: "Sudah lama kita temenan mi, tapi sampai sekarang kamu gak pernah berani natap aku langsung. Lihat kan sekarang? kaya gini!." 

Hening sejenak. Arumi pun mulai menangis.

Arial: "Aku tahu mi, Ares yang sering ngajak kita jalan bertiga itu cuma usaha dia supaya kita bisa sering jalan bareng keluar, terus saat kamu bilang sama aku kalau kamu suka sama Akira, aku tahu kamu cuma ingin liat aku cemburu. Sampai akhirnya kamu ngotot bgt soal hubungan aku sama Ananti, kamu cuma ingin aku punya pacar supaya kamu bisa cepet move on.. iya kan, Mi?.... Arumi, benarkan? Ares pun juga sudah membenarkannya"

Arumi: "Lantas, kalau Ares sudah memberitahumu semuanya, apa pantas kamu membeberkannya lagi pada ku? Apa kamu sengaja mau bikin aku malu?"

Arial: "Aku tahu sendiri mi, sebelum Ares yang...." (dipotong pembicaraan oleh gertakan Arumi)

Arumi: "Sudah cukup!! Stop soal Ares. Stop.....  " (Tangis Arumi semakin pecah)

Suasana pun hening kembali.

Arial: "Ares sayang kamu, Mi"

Arumi: "Please, Yal. Sudah kubilang stop soal Ares."

Arial: "Aku juga tahu ini sejak lama, saat kamu mulai membagi hari-hari kita dengan dia. Saat Ares mulai terbiasa keluar masuk diantara sela kita, dan saat Ares mulai memberanikan diri mebuat pengakuan pada ku"

Arumi berbalik dan mulai memberanikan diri menatap tajam Arial

Arial: "Ares... Dia sudah tak sanggup menjadi peri cinta mu disaat dia menjadi harus iblis untuk cintanya sendiri. Kamu pernah tanyakan sama aku, kenapa akhir-akhir ini Ares berubah sinis dan terus menghindar. Itu lah mi jawabannya. Satu-satunya yang bisa dia lakukan untuk membantu mu adalah dengan segala pengakuan yang dia beberkan kepada ku. Dia mundur karena dikalahkan oleh cintanya sendiri, Mi."

Arial: "haha.. aku suka lucu kalau inget kamu sering ceritain Akira ke aku supaya aku jealous. Padahal aku jauh lebih cemburu ketika Ares lagi usaha nyomblangin kita. Ironis ya...."

Arumi: "Yal, jangan bilang kalau kamu... juga..."

Arial: "Ya, mungkin... mungkin dulu aku sempet punya perasaan lebih juga ke kamu. Tapi aku minder setelah ada Ares. Ya mungkin memang Ares yang terbaik buat kamu Mi.... Terimakasih ya Mi atas segala perasaan kamu untuk aku selama ini, terimaksih untuk segala waktu kamu buat aku, terimakasih mi... dan terimakasih juga akhirnya aku bisa mengatakan "terimakasih" ini ke kamu setelah sekian lama aku tahu perasaan terpendam kamu untuk aku. Tapi sekali lagi Mi, Ares lah yang terbaik buat kamu. Ares benar-benar menyayangi kamu. Susul dia, dan sambutlah perasaannya, aku yakin bangte kalian akan bahagia bila bersama..."

Arumi: "Tapi aku dan Akira.. Kita.... sudah jadian, Yal (lirih)"

Arial: "Jadi kamu......."

Arumi" Terlalu banyak hal yang perlu diluruskan tentang ke-sok-tahu-an kamu Yal..... Ya, aku memang memendam perasaan ke kamu, sampai akhirnya aku memutuskan untuk move on karena aku pikir perasaan ini salah. Hingga munculah sosok Akira dalam kehidupan ku. Dan aku memutuskan untuk berpaling kepada Akira, tapi Akira hanya sesosok orang asing yang muncul begitu saja tanpa ku kenal dekat. Hingga akhirnya, Akira hanya menjadi sebuah obsesi yang sering ku ceritakan padamu. Lalu Ares, Ares muncul diantara kita karena dia menyukai Ananti. Makanya dia berniat menyomblangi aku sama kamu, supaya Ananti tidak jatuh ke pelukan mu. Sampai akhirnya dia benar jatuh cinta padaku..... Aku tidak tahu lagi sampai sini."

Arumi: "Tapi yang pasti aku sudah terlalu lelah dengan lingkaran hitam diantara kalian. Akhirnya aku memutuskan untuk mundur sendiri, hingga bertemu dengan Akira yang bukan lagi sebagai orang asing. Aku sudah bisa berteman dengannya, semua ini berkat Aninda yang sering ku ceritakan padamu. Dan diam-diam kusadari bahwa aku memang mulai mempunyai perasaan mendalam pada Akira"

Arial: "Tapi, bukannya kamu bilang Aninda juga menyukai Akira?"

Arumi: "Disini mungkin aku bernasib sama seperti Ares, berawal dari sering mendengar curhatan teman, dan  menjadi peri cinta, malah aku yang terpanah sendiri. Semakin ku kenal Akira, semakin ku terjatuh pada pesonanya. Lagi pula, disinilah cinta halal untuk egois, disaat cinta belum punya siapa-siapa."

Arial: "Lantas Ares?"

Arumi: "Itulah bedanya kami dalam hal ini. Aku berani mengambil resiko mencari kebagahiaan yg lain, tapi Ares, dia terlalu bijaksana dengan memikirkan perasaan orang lain dan memilih untuk meninggalkan semua dengan kebahagiaan masing-masing...... Ares masih menempati tempat spesial di hati ku, kok Yal. Dia telah menjadi sebagian dari sosok kamu yang mulai mengganti sebagian sosok aku dengan Ananti. Buat aku, dia adalah separuhnya kamu Yal. Dia sama berartinya kaya kamu."

Arumi: "Ohiya, akan aku dengarkan saran mu yang tadi, aku akan susul Ares sekarang juga Dan kemudian aku akan bilang terimakasih untuk setiap waktu dan perasaannya yang telah dia berikan untuku. Sama seperti yang telah kamu lakukan kepada ku tadi hehe...... Termikasih Ya, telah memberikan ku kesempatan untuk mengucapkan "terimakasih" kepada Ares. Dan terimakasih juga untuk kamu, untuk hari ini, dan untuk segala hal yang "mungkin" kamu tahu tentang aku..

Hujan pun turun diantara mereka. Sore yang cerah kini bermuram. Seperti dua insan yang masih belum beranjak pada tempat yang sama.

Arumi: "Hujan yal, Sebaiknya kita akhiri hari ini... Kamu jangan sampai kehujanan, kamu gak kuat dingin kan"

Arumi beranjak pergi

Arial: "Kenapa kamu cepat pergi, tidak kah mau menikmati hujan ini dulu. Bukannya kamu suka hujan. Kamu kan seperti halilintar ditengah badai. Kamu memang terlihat kuat, tapi tetap saja basah. Karena kamu cengeng. Kamu suka hujan karena kamu bisa mengeluarkan segala emosi yang kamu lalui bersama airmata yang jatuh dengan hujan. Iya kan. Semoga itu satu-satunya yang aku tahu tentang kamu yang benar :)"

Arumi: (tersenyum) "Ya memang benar..... Entah mengapa, tiap kali hujan aku selalu ingat dengan Arial. Mungkin karena dulu aku terlalu mencintai Arial. Aku mencintai kamu seperti air yang mencintai hujan. Basah.... Karena aku cuma berani mencintai kamu di dalam air mata yang selalu aku jatuhkan bersama air hujan. Itulah ketegaran aku sebenarnya yang runtuh tiap kali hujan. Ya seperti yang kamu katakan, Aku adalah halilintar di tengah badai. Kuat, tapi tetap saja basah (cengeng). Terimaskih Arial. Kamu adalah sahabat terbaiknya aku. Kamu mengerti benar tentang aku." 

Arumi: "Semoga kamu bahagia ya dengan Ananti, dia kan kecerahan hati yang selalu kamu nantikan selama ini...."

Arial: "Arumi terimaskih banyak untuk semuanya, termasuk untuk kebesaran hati mu menyadarkan ku tentang kehadiran Ananti. Salam untuk Ares, dan sampaikan terimakasih ku juga untuk kebesaran hati Ares yang telah menahan rasanya untuk tidak merebut dirimu mapun Ananti dari genggaman ku. Serta sampaikan ucapan maafku kepadanya karena telah gagal menjadi peri cinta untuk menyatukan dia dengan kamu hehe.. Aku sayang padanya, aku sayang kalian berdua. Kalian adalah sahabat terbaik ku."

Arumi hanya menyambutnya dengan senyum hangat, dan kembali berbalik berjalan menjauh dan melambaikan tangan. Arial masih menatap sahabatnya itu dibawah hujan. Merasakan sakitnya dijatuhi ribuan tetesan hujan tetapi akhirnya dia tahu mengapa hujan begitu melegakan. Dia bisa menangis bersama hujan. Kali ini Arial yang menangisi Arumi dibawah hujan. Ada satu kejujuran yang tak pernah terungkap, dan kini mengalir bersama derasnya hujan sore itu. Arumi lah sebenernya kecerahan yang dinantikan Arial selama ini. Tapi Arial sadar, hujan dan kecerahan itu tidak bisa menyatu, kecuali hujan yang biasa orang bilang dengan hujan orang mati. ya mungkin, kematian lah yang baru bisa menyatukan kisah cinta Arial dan Arumi.

Apakah kisah mereka akan tetap seperti ini selamanya? 

Rabu, 12 Desember 2012

Perpisahan

*dedikasi untuk sobat yang sedang patah hati*

Mungkin kita semua pernah begini..

Menemukan sesosok jawaban pada diri seseorang
Menjadikannya sebagai salah satu tujuan doa
Menganggapnya sebuah akhir dari pencarian
Hingga mencoba mempertahankannya dalam berbagai keadaan..
Keadaan.. Kita lupa, kita lemah dengan ini..

Hingga keadaan memaksa kita memilih..
Memilih yang kita inginkan atau yang kita butuhkan..
Mungkin terus memiliki apa yang paling kita sayangi adalah keinginan semua orang.,
Tapi terkadang melepaskannya adalah hal yang paling kita butuhkan..
Apalagi jika yang kita sayangi memang menginginkan kebebasan..
Mungkin saat itu kehilangan memang benar-benar yang kita butuhkan..
Dibutuhkan untuk menunjukan kebijakan dan kebesaran hati seorang manusia..
Melepaskannya bukan berarti keikhlasan, tapi keharusan..
Bukannya rela untuk melepasnya, hanya mungkin akan terlalu lelah mepertahankannya..

Sedih? Menyesal?  Menangis? 
Apa yang perlu ditangisi ?
Kita tidak gagal. tidak pernah gagal..
Perpisahaan tidak selamanya berarti kegagalan..
Berusaha untuk mempertahankannya adalah perjuangan
Dan merelakannya bahagia di jalannya sendiri adalah keberhasilan.
Meski doa dan impian yang sering teucap tidak berakhir sesuai harapan

Tak ada yang perlu disesali bila perpisahan itu benar-benar terjadi.
Yang perlu kamu mengerti hanya terkadang rencana tak pernah benar-benar berjalan..

Yang ingin pergi, biarkan saja pergi. 
Semua adil selama kita masih sama-sama mencari 
Mencari kembali kebahagiaan kita sendiri.

Teruslah mencari, ini bukan akhir, ini adalah awal
Awal untuk menata kualitas hidup yang baru dan lebih baik.
Awal untuk menikmati pencarianmu lagi
Dan semua itu adalah awal dari kesabaran..
Tenang saja, Kesabaran tidak pernah berakhir sia-sia. Itu yang Allah janjikan.

Semua orang tentu menginginkan pasangan terbaik.
Tapi kita tidak pernah benar-benar tahu yang baik bila kita tidak pernah salah.
Dan beginilah konsekuensi kehidupan..
Setidaknya kamu pernah dicintai dan mencintai..
SEMANGAAAAAAAT :))

Kamis, 06 Desember 2012

Sadarkah Mereka ?


aku baru saja tersadar..
tapi entahlah mereka sadar juga atau tidak..
yg pasti prasaan ku sangat tidak karuan ketika ku tersadar akan hal ini..

beberapa bulan ini kami terlarut dalam kesenangan lulus sekolah..
sibuk akan bermacam2 tes masuk PTN.
serta kalang kabut menentukan masa depan..

tapi sungguhkah mereka sadar..
bahwa hal itu lah yg dapat mengnhentikan kebersamaan kami kelak..
hal-hal itu membawa kami pada kedewasaan nantinya..
dan membuang waktu cukup banyak bagi kami untuk bersama kembali tentunya..

ketika kami dinyatakan LULUS..
kami sungguh senang tak terkira..
bahagia rasanya karena kami dapat terbebas dari aturan2 yg mengekang, pelajaran2 yg membosankan, pagi hari yg menyebalkan, guru2 yg bawel serta kadang menjengkelkan, dan tentu sekolah yg selalu mengeruk uang orang tua kami.

Itu hanyalah beberapa penderitaan kami,
tp apakah mereka sadar..
dari sebuah sekolah yg kami anggap sangat menderitakan itulah kami dapat bertemu..

setelah lulus, kami pun sibuk menentukan masa depan..
memilihi universitas yang bergengsi dengan jurusan yg kami inginkan agar mempunyai prospek ke depan, dan mati2an pula kami berusaha untuk mendapatkannya..

tp sadarkah mereka..
usaha itu telah mengurangi saat-saat terakhir kami bersama..

kami fokus selalu kedepan, dan saling mendoakan dan mendukung satu sama lain agar sukses kelak dan diterima di universitas yg kami inginkan,

tapi sadarkah mereka..
saat itu sama saja kami saling mengucapkan 'selamat berpisah' secara tidak langsung yang tanpa kami harus sadari..

sejak beberapa bulan lalu, pikiran kami hanya kedepan
kami berpikir kapan kami kuliah, bagaimana kuliah nanti, apakah kami kan sukses..

tp sadarkah mereka..
bahwa kami akan meninggalkan masa SMA..
masa2 kami mulai beranjak dewasa, dan mengerti tentang arti cinta yg lebih dalam, yaitu cinta terhadap sesama manusia..
seharusnya kami jg harus berpikir flasback..
kapan pertama kali kami bertemu, bagaimana kami akhirnya bisa menjadi teman, hal-hal apa saja yg telah kami lewati selama 3 tahun ini..

aku baru tersadar itu..
perasaan ku sangat tidak karuan..
disatu sisi aku senang dapat lulus dari sekolah yg menurutku sangat menjengkelkan..
tapi di sisi lain yg baru saja aku sadari..
aku sangat sedihh..
karena kelulusan itu telah membawa kami pada gerbang perpisahan..
tidak dapat d ungkiri..
kami akan berpisah, bukan lagi pisah sekolah, tapi pisah kampus bahkan pisah profesi..
bukan lagi sekedar beda kelurahan atau kecamatan, melainkan bisa jadi kami beda kotamadya, provinsi, bhkan beda pulau..

selama ini kami terlalu sibuk melihat kedepan hingga kami lupa untuk melihat kebelakang..
didepan memang ada banyak hal yg menanti..
tp d belakang jg sudah lebih banyak hal yg kita lewati bersama..

dan terakhir adalah momentun wisuda..
itu adalah acara yg sangat kami nanti2..
kami mepersiapkannya sedetail mungkin, dan tak ingin kurang sedikit pun..
kami sudah berniat ingin bersenang2 disana..
tp sadarkah mereka..
bahwa itulah puncak nya..
puncak perayaan perpisahan kami..
mungkin memang aku yg terlalu bodoh, tapi inilah pendapatku "apakah pantas sebuah perpisahan yg tentunya akan memnuat kami tak bersama lagi, patut untuk disambut semeriah itu. itu adalah hal yg dapat membuat kami jrang bersama bhkan tak berjumpa lagi, tapi kami sungguh menanti2kannya dengan semangat."

kami memang sudah beranjak dewasa..
sudah seharusnya paham dengan hal ini..

tp dr semua itu, inilah yg ku anggap paling naif,
kami saling mendoakan agar d terima di PTN yg letaknya memang sangat berjauhan, padahal itu sama saja kami mengucapkan salam perpisahan..
dan sadarkah mereka, bahwa kami sadar akan keadaan lokasi yg berjauhan antara PTN, tp kami tdk sadar bahwa perpisahan yg sesungguhny terucap ketika kami saling mendukung..

maaf jika akiu berlebihan, aku hanya mengungkapan perasaan ku yg sedang tidak karuan ini..

Ini tulisan terakhir tentang masa-masa SMA. Bahkan yang ng-Like dan comment sangaaat banyak sekali. Ah jadi syediiiiih :')

KITA


Aku menyadari..
Tak kan ada cukup waktu untuk ku terus merenung..

sambil tetap menatap hampa layar monitor,
pikiran ku melayang ke masa-masa dimana kita masih bersama menyambut mentari..

setiap pagi,
kita pecahkan keheningan bumi dengan hiruk pikuk di sebuah gedung berlantai tiga..
tak peduli teguran orang dewasa,
kita tetap tertawa bersama orang-orang yang kita sayang..

melewati masa jenuh namun berarti selama berjam-jam,
namun itu tak membuat kita gentar untuk tetap kembali kesana setiap harinya..
dan lucunya kita selalu melakukan hal yang sama,
berdoa agar sore cepat datang..
suara bising -yg padahal sangat menganggu- terasa begitu indah dan selalu kita nantikan..
apalagi buat si pemalas, suara itu akan mebangunkannya dari tidur dan dengan cepat ia akan kembali segar..
karena itu tandanya,
-Sore- saatnya kita kembali ke rumah..
atau menghabiskan petang, melihat berputarnya waktu bersama sambil menjalankan aktivitas eksul.

Setiap event apapun yang akan di laksanakan di gedung itu,
pasti selalu ramai dan menjadi topik pembicaraan di setiap sudut ruangan..
dan kita, tak akan pernah mau ketinggalan untuk hal itu..
tapi tak dapat d pungkiri,
banyak juga dari kita yang acuh dan tak begitu respect..

dan betapa bangganya kita, ketika menjadi seorang senior..
kita memposisikan diri kita jauh d atas langit..
apalagi dengan kebanggan kita yg takkan pernah runtuh setelah membandingkan diri dengan para junior..
yah, pada akhirnya kita sama saja seperti mereka..

bunga-bunga asmara yang terus merekah..
membuat pagi kita selalu merona..
memadu kasih dengan si dia, membuat dada jd berdebar..
seakan kita datang k tempat itu, hanya untuk menjumpai dia..
dan melupakan tujuan utama..

yah selamat bagi yang beruntung menjalin cinta..
tapi bagi mereka yang memuja..
-jangan salah- mereka pun tak mau kalah..
meski hanya dapat memandang si dia dari jauh, tapi pagi kita tak kalah merona dengan pasangan-pasangan itu..
setiap terlintas dirinya, kita hanya dapat histeris sendiri dalam hati,
namun itu menambah semangat untuk tetap terus k tempat itu dan melakukan hal yg sama..
dan kita takkan pernah bosan..
hingga terkadang kita bermimpi, "kapankah kami dapat melakukan hal yg sama seperti mereka (menunjuk mereka yg sedang kasmaran)"..
padahal kita tak pernah tahu, mungkin kita bisa melakukan hal itu lebih romantis dari mereka..
karena tentu dari pengalaman mereka lah kita dapat belajar..

yahh..
masa remaja yang indah..
hal itu takan terjadi dua kali..
ketika terlewat, kita hanya dapat tersenyum ..
mengenangnya dengan perasaan sakit..
karena tersadar hal itu takkan kembali..

Tapi harus kita syukuri..
masa-masa itu pernah kita alami..
masa2 dimana kita merasakan bermacam hal sambil mempelajari satu-persatu hal itu..
masa2 dimana kita masih merasa seperti anak2..
masa2 dimana kita masih berpikir egois dan tak peduli dengan segalanya..
masa2 dimana kreatifitas yg biicrara..
masa2 dimana gejolak muda sedang menggebu..
dan masa2 itu kelak, akan terukir manis d setiap pikiran2 kita..
dan kelak juga akan kita ceritakan keindahannya terhadap anak-cucu kita..

kini kita telah beranjak dewasa bersama..
mempunyai cita dan asa yg berbeda-beda..
kita telah bisa sedikit demi sedikit berpikir realistis tentang masa depan..
jalan kita mungkin akan terpisah..
kita terlepas keluar dari gedung itu..
kini kita sudah berada d dubia orang dewasa..

tapi ingat,
jika suatu saat
kita merasa terasingi..
kita terkhianati..
kita tak lagi d pedulikan..
-yah itulah kejamnya dunia orang dewasa-
jangan penah mnyerah, karena kita akan selalu berjuang bersama meski berbeda ruang dan waktu..

dalam setiap doa,
kita saling mendukung dan menjaga


dan akhirnya,
aku kembali dari lamunan ku..
tak terasa sudah sekian kata yg ku tuliskan disini :)



Ini tulisan di Notes FB yang gw tulis menjelang lulus SMA.  Waktu itu banyak yang nge-like dan bahkan samapai terharu hehe . Kalo baca ini lagi tuh jadi pengen balik lagi ke masa Putih Abu-Abu :')

Minggu, 21 Oktober 2012

Berserah cinta


Dimanakah kekasih yang selama ini ku rindukan
Yang mencintaiku setulus air kepada hujan.
Hingga saat ini aku masih terseok-seok menelusuri kehidupan
Kemanakah kamu sayang, belum juga ku temukan.

Sejatinya dirimu sudah berdiri di hadapan
Membuat ku terdiam terbawa perasaan
Tak dapat kunikmati karena kamu hanya manis sekejapan.
Kamu manis di belakang dan pahit di depan.

Untuk kamu yang selalu berbeda antara kisah dan kenyataan
Mengapa selalu datang ketika aku mencoba untuk lupakan
Selalu sukses mebuatku kembali untuk bertahan
Hingga aku seakan tak mungkin lagi untuk tinggalkan

Mengapa nasib senang sekali mempermainkan
Segera mengubah bahagia dengan berbagai kebingungan
Kemanakah kau senyuman ?
lantas hilang tak nampak tertelan kegelisahan

Hai sang malam, coba dengarkan..
Aku seorang hamba Tuhan yang kesepian
Lantas kemana lagi harus ku enyahkan segala kesunyian
Sedang segala pekat dan penat tak dapat lagi ku sembunyikan..

Dan teruntuk Tuhan..
Sering-seringlah kirimi aku kekuatan
Aku masih ingin terus bertahan dalam berbagai keadaan
Meski cinta hanya berujung pada kekecewaan

Dan maaf Tuhan..
Dulu sempat ku pikir ini sebuah hukuman
Tapi ku rasa ini hanya secuil ujian kasih sayang yang Kau berikan
Mungkin saja itu karena aku adalah orang pilihan

Tak ada yg sia-sia begitupun dengan kesabaran.
Itu lah yang Kau janjikan.
Masih sampai saat ini kutunggu akan kah kau jodohkan ku pada kekasih yg ku impikan?
Meski nanti berbeda, tetap ku terima segala rencana indah yang kau telah tetapkan..

Rabu, 26 September 2012

Cinta diam-diam II



Mencintai dalam diam atau cinta diam-diam..
Mungkin banyak yang bilang ini adalah kelakuan dari si pencundang yang 'cari aman'
Berani mencinta tetapi takut sakit hati. hemmmm
Sebenarnya tanpa disadari, cinta diam-diam itu justru lebih banyak sakitnya loh.
Waktu itu ada teman gw yang bilang,

"Kalau cinta katakan saja, jangan ditahan. Karena biasanya, yang ditahan itu yg bikin sakit hati"


Well, ada bener nya juga. Memendam dalam diam itu gak enak.

Apa yang mereka rasa tak pernah terucap kata.
sikap mereka setiap hari juga nampak sama.
jadi 'dia' mana tahu mereka sedang mencinta atau terluka.


Tapi adakalanya cinta diam-diam itu diharuskan.

Karena hubungan manusia bukan hanya sekedar pacaran
Jika memang keadaan lebih memungkinkan untuk menjadi sahabat atau teman
Yah kenapa nggak untuk lebih lama menahan perasaan.
Daripada kejujuran nanti justru berubah menjadi kehancuran
Tentang perasaan ini sepertinya memang yang tahu cukup mereka dan Tuhan.


Jadi cinta diam-diam bukan perilaku sang pecundang.

Karena terlalu banyak rasa, dan asa yang tersimpan dihatinya
Pasti ada seribu alasan baginya untuk menahan cintanya sendiri.
Kita tidak pernah tahu pasti, karena mereka terlalu penuh misteri.
Yang pasti merekalah pejuang cinta sejati
Mencintai tulus tanpa henti, meski sakit dan perih


Beruntungnya 'dia' yang dicintai secara diam-diam.



Semoga cinta mereka yang diam-diam ini, diam-diam berbalas di masa depan nanti :)


Cinta diam-diam





"Aku tersakiti hati yang kujaga
Pada cinta yang tak pernah berkata
Terperangkap akan cerita tanpa cerita
Hanya ada aku dan tak pernah ada Kita "




Selasa, 25 September 2012

bisikan sang malam

aku bagaikan sepekat malam yang berbisik.
merindukan kerinduan angin yang dulu memecahkan keheningan ku.
angin yang kian hari semakin terikat pada malam-malam ku.
melupakan ku pada kenyataan malam yang tak pernah bersinar

Kala itu aroma segar semerbak hiasi gelapnya malam ini
malam yang selalu ku nantikan bisikannya
membisikan suara angin yang menari indah di angkasa
malam yang pekat pun seakan bersinar dibuatnya.

aku lupa bagaimana caranya malam bisa berganti siang
karena malam ku kian panjang sejak angin berhembus hingga ke relung kegelapan ku.
aroma nya yang tak pernah kulewati dan selalu kunikmati dalam kesendirian
Hingga sampai tiba saatnya hanya pada ujungnya yang tercium.

kau adalah angin yang terbang bebas sesukamu, bahkan untuk menghilang sekalipun
karena kau adalah angin yang tak bisa berhenti dan terus berlalu.
aku tetap sebagai malam yang hanya bisa diam dalam gelap
tapi aku mulai berbisik dalam pekat menyerukan kerinduan ku padamu.