Rabu, 13 Februari 2013

Hai Gebetan :)

Hai gebetan, masih jomblo? sama!
tuh kan, maka kemungkinan jodoh mana lagi yg kamu dustakan?

aku sebenernya ga pernah berharap banyak ke kamu, apalagi berjodoh. Bahkan untuk kamu PHP-in aja aku udah kebal. Sebenernya ga penting juga sih curcol kaya gini. Tapi lg bosen aja bingung mau ngapain. Oke lanjut!

Ummm gimana ya, aku mau cerita apa ya. Yang pasti sih tentang kamu. Tentang kamu yang suka bikin aku melayang, tentang kamu yg suka bikin aku geger, tentang kamu yg suka bikin aku flat juga. Sebenernya gak ada yg spesial juga sih tentang kamu. Trs gimana dong? Duuuuh apa yaaa.

Kamu itu cowok terculun yg pernah aku kenal. Kenapa gitu? karena kamu itu lama Jomblo! Kok gitu? Iya gitu! Karena aku yakin siapapun itu, pasti ada yg kamu suka. Tapi kamunya aja yg ga berani nembak. Tuh kan culun itu namanya! Tenaaaang sekali lagi harap tenang. Aku gak berharap sama sekali orang itu aku. Justru aku penasaran bgt gimana sih cewe yg bisa memikat kamu. Kalaupun kamu tahu aku suka kamu, trs kamu jadian sm orang lain, tenang aja kamu gak nyakitin aku sama sekali kok. Aku justru akan lebih baik. Karena lebih baik gitu daripada tiap saat aku cuma bisa jealousin kamu yg suka tebar pesona ke cewe-cewe lain. Kan kalau kamu punya pacar, yah kamu mesranya ke dia doang. Jadinya aku ga capek-capek menebar kedengkian ini ke cewek-cewek PHP-an mu yg lain HAHA. Makanya cepatan punya pacar, jangan jadi si culun ah.

Terus cerita apa lagi ya. Kapan kamu bikin aku seneng? Bahkan aku gak mau kamu bikin seneng. Karena kesenangan yg kamu berikan kebanyakan itu cuma kedok. Tiap kali kamu bikin aku senang, hanya beberapa waktu aja kamu bikin aku miris lagi, dan ini sering! Mungkin kamu gak sadar, makanya dalam hal ini tenang aja, kamu gak salah dan gak aku salahkan kok.

Kok aku bisa sih suka sama kamu. Iya aku juga gak tahu. Kalau bisa milih juga aku gak mau suka sama kamu. Capek tau suka sama si jomblo yg banyak idolanya. Aku maunya suka sama anak pak ustad aja biar lulus kuliah langsung diajak ta'aruf hihihi. Gapapakan kamu kehilangan satu fans aja macem aku? fans kamu yg lebih cantik kan masih banyak, makanya cepet ditembak. Maka nikmat 'menyudahi kejombloan' mana yg kamu dustakan!

Kalau seandainya ternyata selama ini, ini semua hanya permainan dan kita ternyata sesungguhnya memang berjodoh, wow keren wow wow kereeeen!! saat itu aku gak akan nuntut apa-apa dari kamu, aku juga gak akan banyak tanya atau berlebay ria. Yang pasti bila saat itu benar-benar terjadi aku cuma mau kamu baca blog aku, khususnya pada posting-posting tertentu, dan kamu akan tahu sendiri bagimana cara aku mencintaimu dan cara kamu pernah melukai aku. Bukannya apa-apa, aku hanya ingin kamu nanti dapat mencintaiku lebih baik dan lebih baik lagi, jangan pernah lukai aku lagi :").

Kalaupun kamu bukan jodoh aku, Sudah ku katakan sejak awal, segera tembak cewek lain dan berjodohlah dengannya. Maka sesegera itu pula aku bisa mengikhlaskan mu. Yang pasti aku sayang kamu tanpa alasan apapun :)

Rabu, 06 Februari 2013

the friendzone


Pertama liat novel ini di toko buku, langsung jatuh cinta selain dengan design covernya yg lucu, ya jatuh cinta sama judulnya hihi. Itu hal utama yg bikin gw excited buat miliki novel ini, ya "The Friendzone". Gw tertarik karena curious bgt sama jalan cerita nih novel, karena *eheeem* gw sering bgt ngalamin hal ini *eciyeee. Jujur aja deh kalian juga sama kan kaya gw, tertarik sama hal yang bersangkutan dengan kisah kalian, khususnya baca novel atau nonton film yang jalan ceritanya tuh 'kok gw bgt' malah bahkan ada yg maksa nyambung-nyambungin, jalan ceritanya ttg apa, tapi tetep aja sok di-'iiih gw banget'-in. Yah namanya berkaitan dengan cinta kadang melankolis dan lebay itu nyaru abis!

Oke lanjut ke novel ini. Gw yang akhir-akhir ini paling males baca novel, tanpa ba bi bu hari itu juga gw selesain tuh novel. lembar per lembar gw baca dengan seksama. Sesekali ngasok dulu istirahat sambil jejingkrakan merenggakan otot otak yg mulai capek berimajinasi. Ini dia sebenernya yg paling gw malesin dari baca novel, karena gada gambarnya, jadi kita disuruh imajinasi sendiri. Kan capek! mending baca komik, ilustrasinya udah ada adegan per adegan. Apalagi komik BB+ wuiiiiih adegan mesumnya real terilustrasi dengan manis, jadi ga perlu capek2 imajinasi sendiri. Oke segini aja ngomongin komik bokepnya. 

Lanjut ke cerita novel, jadi dalam novel ini menceritakan tentang dua sahabat cewe cowo yang udah lama temenan. Ceweknya mendam perasaan ke nih cowo karena kalu ketauan dia takut persahabatannya hancur. Yah pokoknya cerita lama lah, cowoknya ganteng  tajir pinter baik, cewenya biasa aja dan mendem rasa, cowoknya playboy, ceweknya deket sama cowo lain, cowoknya jealous, berantem, trs baikan, trs proses menuju percintaan deh. Umum bgt kan ceritanya! iyaaa makanya gw bacanya jadi antiklimaks abitch. Bener-bener ga sesuai sama apa yang gw bayangin. Ini sih bukan friendzone namanya, tapi FTV love. Ceritanya kaya di FTV-FTV gitu, biasa, dan basiii. Udah banyak bgt yang nyeritain alur kaya gini. Gw pikir ceritanya bakal lebih mateng dan beda. Bakal ceritain tentang dilema persahabatan yang gak biasa. Ternyata simpel bgt, malah lebih fokus cerita ke cewe yang super batu yg hobby nyimpen perasaan sendiri. Ya, gitu-gitu doang. Bahkan alur cerita ga lebih diperluas dengan berbagai usaha cewe ngumpetin perasaanya. 

Selain itu yg gw ga suka adalah ceritanya yg terlalu muluk abis. Ceritanya yg cowo itu terlalu perfect, bahkan cerita persahabatannya pun terlalu dibuat 'wah'. Jadi dalam cerita mengisahkan cewe dan cowo sahabat udah 7 tahun lamanya, mereka deket bgt kemana-mana berdua. sering kunjungan-kunjungan. Sudah kenal keluarga besar masing-masing. Wah kan? ga realistis aja gitu. Kan cuma sahabatan bukan pacaran. Terus kronologi cewenya suka cowoknya juga standar bgt, jadi cewenya suka cowoknya ya karena cowonya ganteng tajir dan pinter itu. Aduuuuuh gak realistis. Bukannya mau jelek-jekein nih novel, jujur aja gw tetep nangis kok bacanya, dari segi penceritaan dan deskripsi tiap adegannya itu bagus, cuma ya itu gw ga suka aja sama jalan ceritanya. Terlalu mengiming-imingi. Yang bikin gw kecewa juga karena ternyata jalan ceritanya gajadi "gw banget". Gw pikir dengan baca ini gw bisa nemuin solusi tentang penyakit "friendzone" yang gw alamin. Ternyata "friendzone" nya nih cerita dangkal abitch.

Friendzone-nya gw itu terlalu sering dan terlalu rumit. Tapi tenang aja gw gabakal cerita disini. Kepanjangan, Gw cuma berbagi tentang penyakit 'friendzone' menurut gw. Friendzone itu gak cuma sekedar lo suka sahabat sendiri. Tapi ada usaha inplisit yg lo usahain serta adanya perang batin antara cinta dan persahabatan. Itu dia yg bikin friendzone terlihat menarik. Liat usaha cewe nunjukin perasaanya secara inplisit. Ini dia yg dalam novel kurang dikembangin. Perang batiinya juga kurang, seperti yg gw bilang diawal, cuma diceritain ceweknya nyimpen perasaan. Gak dikembangin dengan usaha berbeda-beda dari nih cewe untuk nyembunyiin perasan, tapi tetep sih ada cerita yg nunjukin kalau ceweknya juga galau memilih antara sahabat atau cinta.

Mungkin buat kalian yg baca ini bilang gw lebay, bilang "Yah namanya juga novel", atau malah nyuruh gw bikin cerita sendiri supaya gw puas. Yakan!! udah ngaku aja haha. iya iyaaa gw emang lebay, sama seperti yg gw bilang di awal juga, kalo urusan cinta melankolis dan lebay itu nyaru dan beda tipis. Dan ya gw tau ini emang nove, tapi sebagai pembaca gw pantes dong buat ngasih kritik agar penulis bisa mengembangkan lagi jalan cerita novelnya kelak. Maklum, dari biodata penulis di bagian belakang novel, penulisnya masih 17 tahun cyiiiin. Dan tentang gw bikin novel sendiri? Pasti! Tunggu aja tanggal mainnya haha.

Aniway ini pusi singkat dari gw sebagai penutup :)

_Friendzone_

Ketika cinta sedang tak lagi dianggap anugerah
Ketika cinta sedang menjelma menjadi noda
Ketika cinta sedang menodai hubungan yang ada
Ketika itu cinta adalah musuh bagi sang sahabat

*puisi ini gw dedikasikan untuk friendzone-friendzone gw di luar sanah ahaaaaay




Kamis, 17 Januari 2013

Steve & Bella

Ini kisah True Storry, tentang Steve dan Bella, sepasang anak muda yang berhasil melawan ganasnya ujian cinta. Steve seorang pemuda tampan yang keras kepala dan pengangguran, sedangkan Bella adalah gadis yang biasa saja tapi sangat menyenangkan.

Bella dan Steve telah bersahabat sejak belia. Mereka bahkan berada pada satu kelompok yang sama, yang biasa kita sebut 'se-genk'. Banyak hal telah mereka lakukan bersama, hingga akhirnya benih-benih cinta tumbuh dalam hati mereka. Tapi sayangnya kisah cinta mereka  tak sesingkat ini.

Steve menyukai Merry, salah satu teman se-genk-nya. Bahkan mereka juga sempat memadu kasih, tapi sayangnya itu tak berlangsung lama, Merry memutuskan hubungan itu karena Steve adalah seorang pengangguran, Merry sungkan mengenalkannya dengan orang tuanya. Ya Steve benar-benar putus asa. Tapi mereka tetap berteman meski tak lagi menjalin hubungan spesial. Bahkan Merry pun meski demikian, ia tetap mencintai Steve.

Bella, seorang gadis biasa ini siapa sangka mampu menaklukan hati banyak pria. Bella itu tomboy, murah senyum, dan pintar bergaul. Hal itu lah yang membuatnya cepat akrab dengan pria-pria. Bahkan temanyna pun lebih banyak laki-laki. Hobbynya saja bermain kelereng dan layang-layang. Keunikan Bella menarik simpati banyak pria, hampir semua teman laki-lakinya menaruh hati padanya. Tapi tak satupun Bella pilih, kecuali satu, Herry. Ya Herry, adalah satu-satunya dari sekian laki-laki yang mampu menarik simpati Bella. Bahkan mereka juga memulai sebuah hubungan yang lebih spesial.

Sayangnya hubungan Bella dan Herry tak jua bertahan lama. Ada dua alasan, yang pertama karena Herry memiliki keyakinan yang berbeda, dan kedua karena Bella akhirnya mengetahui bahwa salah satu sahabatnya, Nancy, mencintai Herry. Bella pun mundur daru Herry perlahan. Namun ini menjadi tekanan bagi Bella, karena bagaimanapun Herry adalah oarang yang paling disayanginya saa itu, tapi dia juga menyayangi sahabatnya, Nancy. Hingga akhirnya baik Bella maupun Nancy, tak ada satupun yang bersanding dengan Herry. Karena Herry lebih dulu dipanggil Tuhan. Bella sangat terpukul dan sedih, tapi Bella yakin bahwa ini adalah jawaban terbaik dari kegelisahannya akan cinta. Ya Tuhan tahu mana yang terbaik.

Bella dan Steve pun menjomblo cukup lama. Steve tetap saling menyayangi dengan Merry tapi tanpa status. Sedangkan Bella kembali menjadi primadona se-genk. Tak ada satu pun temannya se-genknya yang berhasil menaklukan Bella, hingga akhirnya Bella dianggap sebagai milik bersama. Dan Steve, menjalani hubungan tanpa status ternyata bukan pilihan terbaik. Karena sebuah batasan, lama-lama rasa sayang itu memudar. Steve pun hampir tak ada lagi rasa untuk Merry.

Meski hidup dengan kisah cinta masing-masing, Steve dan Bella tetap saling berhubungan. Dan entah sejak kapan, Steve yang lebih dulu menaruh hati pada Bella. Mungkin ini salah satu alasan mengapa rasa sayangnya memudar pada Merry. Ya, Steve jatuh cinta lagi pada Bella, sahabatnya sendiri. Steve menyukai kesederhanaan, dan kesetiakawanan Bella. Karena Steve mengetahui pengorbanan Bella untuk mundur dari Herry demi Nancy. Steve semakin tergila-gila. Tanpa banyak basa-basi Steve pun mengungkapkan perasaanya.

Seperti biasa, Bella tak menggubris pernyataan cinta dari temannya, termasuk Steve. Tapi Steve berbeda, Steve lebih tangguh dari yang Bella duga. Meski Bella tak merespon cinta Steve, Steve tetap saja tak peduli. Dia semakin menunjukan kasih sayangnya. Banyak hal nyata yang Steve lakukan untuk Bella. Mulai dari menjemput Bella di kantor, hingga mengajak Bella sekedar makan dan ngobrol di luar. Padahal Steve seorang pengangguran. Bella tahu, Steve mengambil uang kakaknya untuk modal mendekati Bella. Bella pun tak banyak berkomentar dengan sikap Steve yang berubah total, seakan ia adalah kekasih Bella, padahal Bella tak pernah menjawab "ya" atas pernyataan cintanya tempo lalu. Ya begitulah Steve, keras kepala dan pantang menyerah. Selain itu hidup Steve juga dipenuhi dengan panggung kegengsian. Bayangkan saja, setiap kali makan diluar atau menjemput Bella, Steve tak pernah sekalipun mau dibayari Bella. Steve itu pengangguran, apalagi dia menjemput Bella dengan naik angkot. Tapi meski begitu Steve tidak pernah mengeluh apalagi menyesal.

Sejauh ini Bella sekalian ingin mengetes sejauh mana ketangguhan Steve mencintai dirinya. Karena banyak rumor yang beredar Steve hanya ingin memanfaatkan Bella. Karena pada saat itu Bella adalah wanita karir yang cukup sukses. Dan ternyata itu memang hanya rumor, karena Bella tahu sendiri bagaimana kerasnya Steve menolak setiap kali traktiran Bella. Bahkan ketika salah satu kakak Bella menikah di Purwokerto, Steve pun ikut mengantar Bella kesana, entah dapat uang darimana yang jelas Steve dengan gengsinya memaksa untuk tetap ikut bahkan membayari Bella naik kereta menuju Purwokerto. Bella pun kian lama kian luluh. Tapi perjuangan cinta mereka berdua masih terus berlanjut.

Namun sayangnya, orang tua Bella tidak setuju dengan kedekatan anaknya itu dengan Steve. Siapa yang tidak tahu kenakalan-kenakalan Steve? Steve itu suka mencuri ayam, atau buah-buahan di kebun orang, suka judi, dan suka mabuk-mabukan. Selain itu Steve juga seorang pengangguran. Orangtua Bella berang, secara terang-terangan ia menolak Steve. Tiap kali Steve datang, pasti disambut dengan siraman air, sabetan sapu lidih, atau cacian dari kedua orang tua Bella. Bahkan orang tua Bella pun berkata demikian, "Paling nggak meski kamu pengangguran, ya jadi anak santri gitu. Lah ini, udah pengangguran, kelakuan juga NOL. Mau dikasih makan apa anak kami!"

Bella tahu Steve tangguh, sehingga Bella yang mulai mencintai Steve, mengingkan Steve berjuang lebih keras. Secara perlahan Bella menasihati Steve untuk mulai berhenti bermain-mainnya, dan memikirkan masa depan. Steve disuruhnya untuk mencari kerja. Setidaknya Bella tahu, mengubah kebiasan Steve yang jelek itu lebih sulit, makanya Bella mengingkan Steve setidaknya mempunyai penghasilan untuk menarik simpati kedua orang tua Bella. Dan akhirnya Steve pun bekerja. Hasil dari itu semua adalah, Bella dan Steve patungan membeli sepeda motor agar Steve lebih mudah menjemput Bella bekerja. Ternyata memang mereka berjodoh, tempat Steve bekerja dipindahkan ke gedung yang sama dengan kantor Bella. Hanya berbeda lantai saja, sehingga mereka pun semakin dekat, pulang dan pergi bersama.

Steve semakin menunjukan ketangguhan cintanya, setiap gaji yang didapatkannya full diberikan untuk Bella, padahal Bella juga sudah memiliki penghasilan sendiri. Bahkan ketika Steve dines di Bali dalam waktu yang lama, sekembalinya ia ke Jakarta, ia langsung menjemput Bella di kantor tanpa lebih dahulu ia pulang ke rumah menemui keluarganya sendiri.

Orang tua Bella pun mulai luluh. Mereka mulai lelah mencaci-maki Steve. Bayangkan, sudah 3 tahun hal itu terjadi, dan selama itu pula Steve tetap bertahan memperjuangkan cintanya pada Bella. Namun lagi-lagi perjuangan Bella dan Steve tak hanya sampai sini, masih berlanjut. Kini maslah datang pada sahabat-sahabat mereka sendiri.

Andrew, salah satu teman Bella yang mencintai dirinya tidak terima Steve mendekati Bella. Dia pun sekokngkol dengan teman-temannya yang juga mempunyai rasa yang sama untuk Bella. Mereka tidak terima  Bella dimonopoli Steve. Intinya mereka hanya iri karena Steve berhasil menaklukan Bella. Mereka pun mempunyai banayak rencna jahat, salah satunya adalah menyebar banyak rumor. Bahkan langsung menyebar rumor itu ke Bella. Seperti mengatakan bahwa Steve itu hanya memanfaatkan Bella, Steve itu gemar main dengan wanita jalang, Steve itu gila judi dsb.

Suatu kali, Steve sedang berkunjung ke rumah Bella, ketika hendak pulang, ada yang aneh dengan ban motornya. Setelah di periksa, ternyata didalam bannya telah dimasukkan pasir. Ini merupakan salah satu ulah jahat Andrew dan temannya. Dan masih banyak lagi ulah-ulah iseng yang lainnya, bahkan Andrew dan teman-temannya secara terang-terangan menunjukan kebenciannya terhadap Steve. Steve tidak peduli dan tidak gentar, meski Steve menjadi musuh banyak orang. Hingga akhirnya Bella sendiri yang turun tangan, dan terang-terangan kepada mereka semua bahwa ia telah memilih Steve.

Bella dan Steve pun bertunangan untuk meresmikan hubungan mereka. Yah akhirnya hubungan mereka benar-benar resmi setelah 3 tahun mereka menjalani hungan tanpa adanya pengakuan status, bahkan tanpa adanya pernyataan cinta. Ini yang membuat Bella makin yakin memilih Steve. Karena Steve berbeda dengan pria-pria yang selama ini mendekati Bella. Steve tak pernah bilang cinta, atau basa-basi dengan kegombalan-kegombalan bulshit. Itu semua karena Hidup Steve sudah penuh dengan gengsi, apalagi untuk mengatakan cinta. Tapi meski begitu Steve selalu dengan jelas menunjukan kasih sayangnya. Ia lebih banyak bertindak daripada mengumbar kata cinta. Bahkan awal mula mereka dekat pun bukan kata cinta yg Steve lontarkan, melainkan niatan untuk semakin lebih dekat dengan Bella.

Begitupun dengan Steve. Dia setangguh itu mengejar cinta Bella karena Bella percaya sepenuhnya pada dirinya. Bella memberinya kesempatan untuk menjadi pribadi yang lebih baik, Bella yang dari awal sudah tak merespon perhatiannya itu, tapi Bella tak pernah membuatnya putus asa dan patah semangat. Bella juga tidak pernah mempermasalahkan pekerjaan Steve, apalagi kenakakalan-kenakalan Steve lainnya. Berbeda dengan Merry yang dari awal jelas tidak terima dengan status 'pengangguran' Steve. Sehingga Steve pun tak ada semangat untuk mengejar Merry lebih jauh. Bagi Steve, Bella adalah sosok pelengkap kesempurnaanya. Bella yang paling mengerti dirinya. Tak pernah menuntut banyak, bahkan pernyataan cinta pun, karena Steve yakin, tanpa ia harus berkata banyak, Bella tahu seberapa besar rasa sayangnya terhadap Bella. Maka itu Steve tak pernah sekalipun ada rasa menyesal dan lelah untuk mendapatkan hati Bella seutuhnya. Termasuk menaklukan keluarga Bella yang begitu membenci dirinya. Bella telah merubah hidupnya menjadi lebih baik.

Ya dan akhirnya Bella dan Steve pun menikah. Mereka hidup berbahagia, meski juga tak semulus cerita ini. 
Setelah jatuh bangun, akhirnya Steve mendapat pekerjaan tetap di sebuah perusahaan. Bella pun berhenti bekerja dan mengurus anak-anak di rumah, tapi tetap aktif dengan bisnis kecil-kecilannya. Intinya keluarga mereka bahagia dan sejahtera. Steve kini menjadi kebanggaan orang tua Bella, dan menjadi tumpuan keluarga baik di keluarga Bella maupun keluarganya sendiri. Steve si pengangguran yang dulu diremehkan banyak orang, kini menjadi big boss (big dalam arti kata sebenarnya "gendut")

Merry yang dulu menolak hubungan lebih lanjut dengan Steve, hanya gigit jari melihat kesuksesan Steve bersama Bella. Merry si pemilih, kini hanya bersuamikan seorang supir angkot. Andrew pun yang dulu sering meremehkan Steve karena hanya seorang pengangguran, kini hanya berprofesi sebagai tukang ojek. Dulu ketika muda dia hanya membanggakan tanah warisan leluhurnya, hingga tanahnya habis, habislah masa depannya dan hanya mampu membeli motor untuk ngojek.

Steve dan Bella pun hidup dengan damai.
the end

ini adalah True Storry dari kedua orang tua gw hehe

Ini ketika bertunangan dahulu

Now !! BIG COUPLE hihi